Berdoa di Klenteng Sederhana Pasar Baru Jakarta

Siang itu, matahari yang bersinar sangat terik tidak menyurutkan saya untuk mengunjungi salah satu klenteng di kawasan Pasar Baru. Sebuah tempat yang terkenal sebagai pusat penjualan tekstil di Jakarta Pusat, dengan para pedagang India nya. Namun tidak banyak yang tahu kalau di kawasan padat ini, juga terdapat komunitas pedagang etnis Tionghoa. Bahkan etnis Tionghoa yang tinggal disini sudah berada sejak pemerintahan kolonial Belanda.

Pasar Baru atau sering disebut Passer Baroe, merupakan kawasan perdagangan etnis Tionghoa dan India sejak masa lampau. Di jalan seperti lorong kawasan ini, kita bisa melihat toko-toko yang dimiliki etnis Tionghoa berdampingan dengan toko-toko milik orang India. Para etnis Tionghoa ini berjualan segala macam barang, mulai pakaian, sepatu sampai alat-alat tulis.Tidak hanya barang-barang, para etnis Tionghoa juga menjual kuliner khas yang rasanya asli dan enak, seperti cakwe, es atau bakmi.

Selain menikmati barang-barang yang dijual di Passer Baroe dan makanan kuliner khas Tionghoa, saya juga singgah di salah satu klenteng tertua di Jakarta, yaitu Klenteng Sin Tek Bio. Klenteng ini di katakan sebagai salah satu tertua karena kemungkinan didirikan pada tahun 1698. Didirikan oleh para petani Tionghoa yang bermukim di luar pusat kota Batavia, awalnya klenteng ini merupakan klenteng kecil. Di depan klenteng terdapat dua patung singa penjaga (Bao-gu-shi), dan terlihat ukiran 2 ekor naga melilit di tiang utama bangunan ketika masuk ke dalam.

Bangunan klenteng Sin Tek Bio ini tidak terlihat dari kawasan pejalan kaki Pasar Baru, karena letaknya di belakang toko-toko yang berjejer sepanjang jalan. Untuk menuju klenteng ini, saya pun melewati gang kecil yang kumuh dan penuh pengemis. Lokasi klenteng seperti menyelinap di antara pertokoan dan pemukiman modern, membuat sulit di temukan terutama apabila masih asing dengan wilayah ini.

Sin Tek Bio yang berisi ratusan patung dari abad ke-17 dan ke-20 ini, terdiri dari dua lantai, dengan 14 altar di ruang utama dan 14 altar di ruang atas. Adanya altar yang banyak memberikan pilihan bagi umat yang ingin berdoa, sehingga tidak perlu berdesak-desakan pada waktu-waktu khusus, misalnya Sincia. Namun tetap saja etnis Tionghoa paling banyak berdoa di altar dewa utama klenteng ini,  Hok Tek Ceng Sung (Fu de Zheng shen) atau Tu di Gong/Thouw te Kong (Dewa Bumi/Sin Beng/Shen Ming) seperti yang saya lakukan.

Hok Tek Ceng Sin menurut catatan sejarah, merupakan dewa favorit bagi orang Tionghoa, terutama bagi para petani dan pedagang. Petani menganggapnya sebagai dewa pelindung bumi (tanaman) sedangkan pedagang menganggapnya dewa pemasok rejeki dan masyarakat umum menganggapnya sebagai dewa keselamatan dan kesejahteraan. Penampilan Hok Tek Ceng Sin sendiri biasanya ditampilkan sebagai kakek berambut dan berjenggot putih dengan wajah tersenyum ramah, berpakaian hartawan dan bertopi. Ia memegang sebatang emas di tangan kiri dan tongkat di tangan kanan. Dengan adanya altar Hok Tek Ceng Sin, maka Sin Tek Bio merupakan klenteng yang dianggap penting dalam perkembangan masyarakat Tionghoa di Passer Baroe yang sebagian besar adalah pedagang dan petani.

Hal menarik yang saya bisa di temukan di Sin Tek Bio ini, selain berdoa kepada kepada  Hok Tek Ceng Sin, kita dapat berdoa di altar tokoh-tokoh lokal, seperti  Mbah Raden Suria Kencana Winata, yang merupakan tokoh lokal ternama di kota Bogor. Menurut salah satu penjaga klenteng, penempatan altar tokoh lokal adalah suatu penghormatan para pendatang dari Tiongkok kepada wilayah dimana mereka tinggal. Altar ini merupakan bentuk akulturasi kepercayaan pendatang dan kepercayaan lokal.

Berdoa di klenteng yang sederhana namun memiliki sejarah tersendiri, memberikan pengalaman spiritual yang lain, menyadarkan saya untuk tetap bersikap sederhana dan tidak melupakan masa lalu untuk menuju ke masa depan yang lebih baik.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s