Saatnya untuk Mengubah Gaya Hidup!

Berita BBC mengatakan bahwa berdasarkan perhitungan para ahli dari Panel Internasional tentang Perubahan Iklim, IPCC, yang diumumkan dalam Konperensi di Valencia, November awal, maka permukaan air laut dunia akan naik 14 hingga 44 meter pada tahun 2100. Dengan skenario itu maka diperkirakan oleh Walhi, sekitar 2000 pulau-pulau kecil di Indonesia akan tenggelam.

Kepulauan Seribu merupakan salah satu daerah yang terancam tenggelam, mengingat saat ini saja, sudah lebih dari satu pulau yang lenyap. Di Kepulauan Seribu, ada pulau yang memang di huni masyarakat nelayan dan ada yang tidak di huni sama sekali. Pada pulau yang di huni, sebagian besar penduduk yang tinggal merupakan nelayan. Mereka secara turun temurun memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Ketika permukaan laut semakin meninggi, maka kehidupan para nelayan di sekitar pulau dan daerah pesisir terancam. Haruskah mereka mengungsi dari kampung halaman mereka sendiri, menuju tempat yang lebih tinggi? Atau harus mengungsi ke pulau lainnya? Kemudian ketika iklim terus berubah, sehingga gelombang pasang dan badai di laut menjadi sulit diprediksikan, ditambah makin memutihnya terumbu karang, habitat ikan-ikan menyebabkan ikan-ikan berkurang, haruskah mereka berganti mata pencaharian menjadi peladang atau petani? Sementara melaut adalah mata pencaharian mereka yang sudah di lakukan secara turun temurun.

Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC), tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia, kenaikannya berkisar 10. Yang terjadi kemudian yaitu ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30%. Air laut semakin luas dikarenakan mencairnya es di muka bumi ini tiap waktu, namun air laut yang asin tidak bisa langsung di konsumsi oleh manusia.

Manusia membutuhkan konsumsi air tawar untuk keseimbangan metabolisme tubuh. Ketika air laut memasuki setiap daerah landai di Indonesia dan mulai mencemari persediaan sumber air tawar, maka saat itu juga, kita harus memikirkan pilihan untuk mendapatkan sumber air untuk kehidupan kita.

Saat ini, begitu banyak masyarakat Indonesia yang sulit mendapatkan akses air untuk kehidupan sehari-hari seperti memasak, mencuci atau mandi. Dan keadaan ini semakin di perparah ketika pemanasan global terus berlangsung, perubahan suhu bumi terus berjalan, dan kekeringan serta kematian karena emas biru (air) akan mengancam keberlangsungan kehidupan kita.

Kita tidak ingin semuanya terjadi. Dan kita bisa ikut serta mengurangi pemanasan global dengan cara merubah gaya hidup kita. Lebih hemat energi dan listrik, pengurangan pemakaian sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti batubara dan minyak bumi, melakukan reduce, reuse dan recycle (3 R) barang-barang yang kita konsumsi, melakukan penanaman pohon, menghentikan penebangan dan kebakaran hutan dan menjaga lingkungan dimana kita hidup. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan seperti sumber air dan sumber makanan. Dengan semua langkah yang kita lakukan semoga kita bisa mewariskan bumi yang lebih sehat untuk anak cucu kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s