Batik, Sebagai Suatu Warisan Budaya Indonesia

Batik sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak sebelum berdirinya Negara Indonesia sendiri., yaitu pada masa jaman kerajaan Majapahit. Batik kemudian meluas ke seluruh wilayah nusantara pada akhir abad ke-18 atau awal abad-19 terutama pada masa kejayaan kerajaan Mataram. Batik, berasal dari dari kata “nitik” atau “titik” yang berarti memberi titikan atau goresan, dalam hal ini memberi goresan pada kain putih.

Pada awal pembuatan batik, batik yang dibuat merupakan Batik tulis, yaitu motif batik dibuat atau digambar dengan tangan, dan dibutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan dalam membuatnya. Baru pada masa Perang Dunia ke-2, pembuatan batik lebih di persingkat dan dipermudah waktunya dengan menggunakan cap motif batik atau biasa di sebut Batik cap.

Batik pada masa kerajaan, hanya dikenal dan dipakai oleh kalangan bangsawan atau kerajaan. Namun pada perkembangannya batikpun dapat dipakai oleh kalangan rakyat biasa. Motif dan warna batik ini bermacam-macam, dipengaruhi oleh budaya yang ada pada tiap wilayah. Misalnya pada wilayah pesisir, motif tanaman dan binatang yang banyak di temukan, dipengaruhi oleh unsur budaya Cina/Tionghoa, Arab, India, Belanda dan Melayu. Pada batik pesisir ini warna batik pun didominasi warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau atau biru.

Sedangkan pada wilayah pedalaman, motif tanaman dan binatang sedikit mendapat pengaruh dari unsur budaya lain, dengan warna-warna yang lebih gelap seperti hitam atau cokelat. Dalam pewarnaan batik, terdapat kurang lebih 150 pewarna alami yang dapat digunakan untuk mewarnai batik. Misalnya kunyit untuk warna kuning, mengkudu untuk warna merah, dll.

Saat ini, tiap wilayah di Indonesia mulai mengembangkan batik dengan ciri khas motif masing-masing daerah, meskipun tradisi membatik bukanlah tradisi yang sudah diawali dari jaman dahulu. Misalnya seperti batik Sumatera Barat dan Kalimantan yang mengembangkan motif berasal dari motif suku Melayu di Sumatera dan suku Dayak di Kalimantan.

Tidak hanya di Indonesia, ternyata budaya Batik juga sudah merambah ke Negara lain. Beberapa Negara seperti Afrika Selatan dan Malaysia mulai mengembangkan motif batiknya sendiri, berdasarkan dari motif-motif yang ada dalam masyarakatnya masing-masing.

Karena makin meluasnya penggunaan batik pada industri pakaian di dunia, maka pemerintah Indonesia pun berinisiatif untuk melindungi kekayaan budaya asli Indonesia ini dengan mengajukan pada Badan Kebudayaan Dunia atau Unesco untuk mengakui atau mensyahkan bahwa batik merupakan kekayaan asli Indonesia.

Dan hasilnya, pada 2 Oktober 2009 yang lalu, Batik pun di syahkan oleh Unesco sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, sehingga hanya Negara Indonesia lah yang berhak menyebarkan secara luas apapun tentang batik ke Negara lainnya di dunia.

Pengakuan tersebut pun didukung oleh masyarakat Indonesia dengan cara memakai pakaian batik pada hari tersebut sebagai bentuk kebanggaan dan kecintaan terhadap kekayaan tanah air Indonesia dan warisan budaya nenek moyang kita sendiri.

Pada hari tersebut, masyarakat Indonesia tanpa memandang perbedaan usia, kelas sosial, agama dan suku, memakai batik secara serentak. Para anak muda pun merasakan betapa bangga memiliki warisan budaya yang indah dan asli Indonesia yang sudah mendunia seperti batik. Kecintaan terhadap tanah air pun semakin tumbuh dan bertambah lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s