Tentang Martavan

Martavan atau martaban, merupakan sebutan yang digunakan untuk menyebut benda dari batuan besar atau tempayan tanah liat yang dibakar dengan suhu tinggi. Istilah martavan atau martaban sendiri mengacu pada nama pelabuhan pusat perdagangan di Birma, yang terkenal sebagai pusat perdagangan yang ramai, terutama tempat mengekspor barang keramik dari Tiongkok ke Timur Tengah.

Di Indonesia sendiri, martavan sering disebut dengan tempayan atau guci besar, yang difungsikan sebagai penyimpanan minyak, beras, ikan, air suci sampai dengan abu jenazah. Di Kalimantan, bahkan martavan memiliki fungsi sebagai tempat tuak, minuman pada upacara-upacara penting seperti panen, pernikahan, penyambutan tamu dll.

Karena fungsinya tersebut, maka martavan kemudian banyak ditemukan di pulau Borneo ini.  Pada perkembangannya, martavan kemudian memiliki fungsi penting yang berkaitan dengan kepercayaan penduduk lokal.  Martavan dipercaya sebagai rumah bagi roh-roh halus ataupun ilmu hitam. Selain itu ada beberapa martavan yang dipercaya memberi kekuatan dan kesembuhan bagi orang yang sakit, dengan meminum air dicampur dengan serbuk martavan.

Martavans atau tempayan antik yang ditemukan di Kalimantan, diperkirakan dibawa langsung dari Cina, oleh para pedagang Cina (Mranata, 2013). Itulah kemudian yang menjelaskan kenapa motif martavan yang ditemukan di Kalimantan, banyak yang bermotif naga. Naga, hewan dalam mitologi Tiongkok melambangkan kekuasaan dan keagungan. Pada sekitar abad ke 13-16, naga yang digambarkan di martavan yang masuk ke Kalimantan yaitu naga lung. Naga lung merupakan naga yang dipercaya sebagai naga yang paling kuat. Hewan ini digambarkan berbadan penuh sisik seperti ular, dua pasang kaki bercakar seperti burung, kepala seperti unta dengan mata besar dan bertanduk rusa.  Kadang-kadang berkumis dan berjenggot.

Selain motif naga, martavan juga sering menggambarkan bunga-bunga yang ada di daratan Tiongkok, seperti bunga krisan, peoni, teratai dan lain-lain. Martavan juga sering menggambarkan puisi, sebagai salah satu bentuk sastra yang digemari di daratan Tiongkok sejak lama.

Salah satu martavans yang memiliki fungsi penting pada masyarakat Dayak yaitu martavans perdamaian. Pada martavans ini terdapat gambar muka manusia sedang tersenyum pada satu sisinya, dan telapak tangan pada sisi satunya, yang melambangkan kebahagiaan atas terjadinya perdamaian. Martavans ini digunakan pada saat perdamaian antar suku yang sering berperang. (diyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s