Tradisi Tujuh Bulanan Masyarakat Cina Benteng

Upacara tujuh bulanan, merupakan hal yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa Peranakan, terutama di daerah Tangerang, atau yang sering disebut Cina Benteng. Upacara yang dipengaruhi oleh tradisi lokal ini, menjadikan tradisi dari Cina Benteng menjadi unik dan khas.

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk melihat langsung tradisi tujuh bulanan masyarakat Cina Benteng, yang mirip dengan tradisi tujuh bulanan dari etnik Sunda atau Jawa. Upacara tujuh bulanan ini merupakan budaya Tiongkok yang sudah bercampur dengan budaya lokal.

Pada upacara tersebut, tradisi diawali dengan sembahyang pada leluhur dengan menyajikan sesaji khas Cina Benteng seperti buah-buahan, kue-kue, nasi kuning dan teh serta kopi.

Setelah itu, si isteri yang sedang mengandung dimandikan dengan air kembang tujuh macam oleh mertua, ibunya, suaminya dan orang yang dituakan. Sebelumnya si isteri juga membuat rujak buah-buahan dari bengkuang, ubi kayu, jambu air dan jeruk bali. Rujak itu pun dibagikan kepada tetangga, sanak saudara dan tamu yang datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s