Mengenal Karya Sang Maestro di Museum

Siapa yang tidak kenal dengan pelukis Basoeki Abdullah? Karyanya yang sudah berada di sekitar 22 negara di dunia ini, merupakan salah satu pelukis ternama dengan karya-karya yang luar biasa indah. Pelukis potret wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara ini, memiliki gaya yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang daripada wajah aslinya. Selain itu, sang pelukis juga suka melukis pemandangan alam (Mooi Indie), fauna, flora, tema-tema perjuangan, legenda dan sebagainya.

Lukisannya yang bertema legenda misalnya lukisan Nyi Roro Kidul dan Joko Tarub yang menjadi koleksi Istana Kepresidenan RI Bogor. Sedangkan lukisan tokoh yang terkenal yaitu lukisan Raja dan Ratu Thailand, Raja Bhummibol Aduljadej dan Ratu Sirikit. Lukisan ini dibuat 1960-an dengan sempurna, baik harmoni bentuk, warna, tekstur, karakter objek, bahkan goresan yang sangat detail.

Didalam berkarya melukis tokoh, pelukis beraliran naturalis-realis ini dipengaruhi oleh kekaguman pada sang kakek, Dokter Wahidin Sudirohusodo dan beberapa tokoh lain seperti Mahatma Gandhi, Presiden Soekarno, Pangeran Diponegoro, R.A.Kartini dsb. Teknik melukis yang dilakukannya dengan cara melihat langsung atau menggunakan foto dalam berbagai bentuk media, namun yang paling banyak media bahan kanvas dan cat minyak.

Pada perkembangannya melukis, ternyata sang pelukis yang mewarisi bakat melukis dari ayahnya, Raden Abdullah Soerjo Soebroto, juga melukis dalam gaya ekspresionisme dan impresionisme. Namanya juga tercatat sebagai salah satu maestro Mooi Indie.

Karya-karya Basoeki Abdullah dapat diklasifikasikan dalam lima tema, yaitu Potret, Figur Manusia, Lanskap Alam dan Drama, Mitos dan Spiritualitas.

Berpendidikan HIS (Hollands Inlandsche School) dan MULO (Meer Utgebried Lager Onderwijs), pada 1933 Basoeki Abdullah melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Rupa (Academie Voor Beldeende Kunsten) di Den Haag, Belanda. Masa hidupnya juga banyak dihabiskan di luar negeri dan baru pada 1974 tinggal di Indonesia selamanya.

Museum Basuki Abdullah-1

Semasa hidupnya dan berkarya, Basoeki Abdullah dianggap sebagai pelukis yang tidak nasionalis, borjuis, hanya menggambarkan kemewahan atau hedonisme dan komersial, karena sering menghasilkan karya yang tidak berasal dari gagasan atau hati nurani. Bahkan selama 30 tahun Sultan Hamengkubuwono IX menolak dilukis dengan alasan Basoeki Abdullah telah memenangkan perlombaan melukis Ratu Juliana, ratu Belanda, yang merupakan musuh bangsa Indonesia, terutama pada masa perjuangan bangsa.

Padahal, dengan kuas, cat dan kanvas, sang pelukis sudah berjuang dengan caranya sendiri untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia melalui karya seni adiluhung. Tidak hanya itu, lukisan tokoh nasionalnya-lah yang membuat generasi muda mengenal wajah sang tokoh. Bahkan beberapa lukisan tokoh sang maestro dicetak menjadi seri perangko. Basoeki Abdullah telah menjadi seorang duta seni yang baik untuk seni Indonesia di dunia.

Basoeki Abdullah selain melukis ternyata juga gemar menari dan mengkoleksi topeng serta wayang kulit. Koleksinya sangat mungkin dipengaruhi oleh budaya yang membesarkannya, yaitu budaya Jawa. Karya dan koleksi sang maestro ini selain dapat ditemukan di berbagai tempat di Indonesia seperti Istana Kepresidenan di Bogor, Museum Seni Rupa dan Keramik, dll, juga dapat ditemukan di kediamannya, tempatnya menghembuskan nafas terakhir, yang sekarang dijadikan museum.

Museum Basoeki Abdullah berlokasi di Keuangan Raya No.19 Cilandak, menjadi wadah yang penting untuk menampilkan karya-karya luar biasa dari sang maestro, membuat kita, para generasi muda dapat mengenal sang maestro melalui karyanya meskipun sang maestro sudah tiada.

Sumber tulisan :

Lukisan Basuki Abdullah Tema Dongeng, Legenda, Mitos dan Tokoh, terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Museum Basoeki Abdullah, 2013

Basoeki Abdullah Fakta dan Fiksi, terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Museum Basoeki Abdullah, 2012

Seni Gambar Basoeki Abdullah, terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Museum Basoeki Abdullah, 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s