Mengharap Berkat di Tahun Monyet Api

Tahun baru kali ini terasa berbeda. Karena baru pertama kali nya saya merayakannya dengan keluarga di kampung halaman orangtua saya, sebuah kota sejuk di kaki gunung Slamet, Jawa Tengah. Di rumah tante saya yang masih menganut kepercayaan leluhur, sudah ada meja sembahyang lengkap dengan makanan sesaji. Meja sembahyang di alasi tokwi batik (seperti kain taplak tapi lebih panjang) berwarna merah tua dan putih bergambar dewa yang merupakan salah satu hasil karya salah seorang sepupu saya, seorang pembatik ternama di daerah ini. Tokwi batik ini merupakan cerminan tradisi campuran Tiongkok dan Jawa.

Ada 12 macam makanan di meja tersebut terdiri dari makanan dari hewan darat, laut dan udara, serta sayuran 5 macam. Seharusnya di atas meja terdapat bebek, ayam, babi dan ikan, namun saat ini hanya ada ayam, babi dan telur bebek. Sedangkan sayurannya ada sayur asin, rebung, babi kecap dll. Buah-buahan juga tersedia di meja tersebut. Menurut tante saya, buah pisang lah yang harus ada di meja sembahyang karena bentuknya menyerupai tangan sebagai simbol harapan dan kebersamaan. Sedangkan buah lainnya hanya merupakan tambahan, sesuai musimnya saja.

Di atas meja juga ada berbagai macam kue, seperti kue mangkok, lapis legit, dll, namun yang wajib ada yaitu kue ku (kue berbentuk kura-kura berwarna merah dengan isi kentang atau kacang ijo) dan kue wajik (seperti dodol tapi berbeda dengan kue keranjang). Hal yang unik pada meja sembahyang di sini yaitu adanya tebu, yang bermakna tongkat untuk orang yang meninggal. Selain makanan, juga ada minuman teh dan arak di atas meja. Anehnya, teh yang ada di meja sembahyang tersebut lama kelamaan habis, dipercaya telah diminum oleh para arwah leluhur, sehingga harus ditambahkan terus menerus.Di bawah meja sembahyang sudah diletakkan sekarung uang kertas untuk nantinya dibakar. Disisi lain bawah meja terdapat pula kemenyan, menandakan percampuran tradisi Tiongkok dan Jawa.

Pada saat menjelang sore, tante saya melempar papue (benda dari kayu berbentuk seperti ginjal atau biji, biasanya digunakan untuk ciamsi di klenteng), untuk menanyakan apakah makanan sesaji nya boleh diangkat. Ternyata hasilnya belum boleh, dengan adanya papue yang tertutup keduanya ketika dilemparkan ke lantai. Kami pun meneruskan mengobrol dan makan kue atau buah yang tersaji.

Sincia (dialek hokkian) atau tahun baru imlek merupakan tradisi menyambut musim semi di daratan Tiongkok. Tradisi ini pun masih dilestarikan di Indonesia terutama oleh para keturunan Tiongkok yang sudah beberapa generasi tinggal di nusantara, bahkan sudah bercampur baur dengan suku lain. Didalam kepercayaan leluhur Tiongkok, Sincia juga merupakan waktu untuk menghormati leluhur atau orangtua yang sudah meninggal dengan memberikan persembahan di meja sembahyang berupa makanan dan minuman.

Menurut tante saya, didalam tradisi persembahyangan leluhur atau orangtua, sincia sesungguhnya merupakan sembahyang terakhir dalam satu tahun sebelum berganti tahun. Sedangkan sembahyang pertama yaitu pada waktu Ceng Beng, atau sering dikenal dengan hari ziarah kubur dan sembahyang kedua yaitu pada waktu sembahyang rebutan. Satu hal yang penting dari perayaan sincia dengan berdoa bersama yaitu berkat dari para leluhur dan orangtua sehingga kehidupan anak cucu sampai seterusnya akan berjalan lancar. Begitu pula pada sembahyang sincia tahun ini, harapan untuk kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan, kesuksesan dan hal-hal baik lainnya disebutkan dalam doa. Doa ini dipanjatkan agar kehidupan berjalan baik, terutama di tahun monyet api ini, yang dikatakan akan semakin banyak tantangan dalam kehidupan.

Sin Cun Kionghi, Selamat Sincia………..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s