Candi Muaro Jambi

Candi Muaro JambiSalah satu kegemaran saya ketika melakukan perjalanan ke daerah di luar Tangerang Selatan, tempat tinggal saya, adalah dengan berkunjung ke peninggalan bersejarah wilayah tersebut. Seperti yang saya lakukan ketika mengunjungi Jambi. Saya pernah membaca mengenai sebuah situs bersejarah bagi penyebaran agama Hindu-Buddha Jambi, berbentuk candi. Candi Muaro Jambi namanya.

Penyebutan candi terjadi pada masa orde baru karena menyamakan bangunan dengan bentuk serupa di pulau Jawa dan Bali. Padahal menurut informasi dari ahli arkeologi dan sejarah, ada kemungkinan Candi Muaro Jambi bukan berfungsi sebagai tempat ibadat saja, melainkan juga sebagai pusat pendidikan bagi umat Buddha Tantri Mahayana yang terbesar di Asia Tenggara, pada masa pemerintah kerajaan Sriwijaya. Informasi ini diperkuat dengan kedatangan para bikkhu dan umat Buddha dari mancanegara pada waktu yang lalu untuk bersembahyang dan bermeditasi di situs tersebut. Pada perayaan Waisak pun tempat ini menjadi salah satu pusat peringatan Waisak terbesar selain di Candi Borobudur.

Candi Muaro Jambi berlokasi sekitar 30 km dari Kota Jambi, tepatnya di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Marosebo, Ulu Kabupaten Muarojambi. Menurut perkiraan para ahli arkelogi dan sejarah, candi ini didirikan pada abad ke-11 M dengan bangunan candi yang tersebar sepanjang sungai, dan memiliki luas sekitar 3000 hektar. Apabila kita ingin mengelilingi seluruh kompleks candi ini, maka diperlukan waktu lebih dari sehari, karena terdapat kurang lebih 80 bangunan candi di kawasan ini. Untuk keperluan menginap, terdapat penginapan yang berdekatan dengan pintu masuk kompleks candi ini sehingga kita tidak perlu bolak balik ke kota Jambi. Tapi kalau kita hanya ingin menghabiskan tidak banyak waktu untuk mengunjungi candi ini, kita bisa mengunjungi candi-candi utamanya saja seperti candi Vando Astano, Gumpung, Tinggi, Kembar Baru, Gedong Satu, Gedong Dua dan Talago Raja. Khusus untuk Talago Raja bukan bangunan candi melainkan situs pemandian pada masa lampau.

Selain candi-candi, di kawasan situs Candi Muaro Jambi juga didirikan museum Candi Muaro Jambi yang berisi barang-barang kuno temuan dari penggalian sekitar situs candi, seperti arca, stupa dll. Untuk memasuki kawasan ini kita akan dikenakan biaya Rp10.000,00 per orang. Sedangkan untuk mengelilingi kompleks candi, kita bisa menyewa sepeda, motor atau mobil seperti odong-odong (Diyah Wara).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s