Memandang ke Kota Padang

Kota Padang, yang merupakan ibukota propinsi Sumatera Barat, berada tepat di pesisir pantai. Karena itu ketika gempa tsunami pada tahun 2005 lalu terjadi, kota inilah yang paling banyak mengalami kerusakan. Namun bukan hanya jejak bencana tsunami, kota ini juga memiliki beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dua tempat yang harus dikunjungi ketika ke Padang yaitu Museum Adityawarman dan Kota Tua Padang.
1. Museum Adityawarman
Museum Adityawarman terletak di Jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Berdiri di tengah lahan seluas 2,6 hektar, museum yang dibangun pada 1974 ini memiliki arsitektur mirip dengan rumah bagonjong atau rumah gadang, yang merupakan ciri khas gaya arsitektur tradisional Minangkabau, yaitu rumah panggung dengan atap meniru bentuk seperti tanduk kerbau yang bertumpuk. Pada tanggal 28 Mei 1979, museum ini secara resmi diberi nama ‘Adityawarman’, diambil dari nama salah satu raja dari trah Majapahit yang pernah berkuasa di antara 1347-1375 M.

Didalam museum kita dapat melihat barang-barang dari budaya Sumatera Barat (Minangkabau dan Mentawai). Terdapat lebih dari 6000 koleksi peninggalan budaya diantaranya jenis-jenis perhiasan tradisional, pernak-pernik busana, instrumen musik, ajian kuliner khas dalam berbagai upacara adat dan berbagai perkakas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Minangkabau.

2. Kota Tua Padang
Menyusuri kota tua Padang, seakan-akan kita tersedot kedalam masa silam. Bangunan-bangunan kuno masih banyak yang tegak berdiri, meskipun beberapa bangunan sudah hancur dan direstorasi akibat gempa yang melanda kota Padang tahun 2005. Salah satu bangunan yang belum diperbaiki yaitu klenteng See Hin Kiong. Klenteng ini mengalami kerusakan dikarenakan gempa Padang dan sampai sekarang belum diperbaiki karena masih menunggu perbaikan dari pemerintah, karena klenteng termasuk dalam bangunan cagar budaya. Oleh karena itu untuk mengakomodir umat yang akan beribadah, pengurus klenteng pun membangun klenteng baru yang tidak kalah bagusnya, berjarak 200 m dari klenteng yang lama. Bangunan klenteng baru See Hin Kiong sekarang menjadi salah satu objek wisata baru di kota lama Padang.

(Diyah Wara)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s