Gereja Katolik Portugis, Saksi Sejarah Perkembangan Agama Katolik di Batavia

Bangunan gereja tidak jauh dari stasiun mbeos atau sekarang disebut dengan stasiun kota ini, terlihat agak kusam, kurang terawat. Berlokasi di jalan Pangeran Jayakarta, gereja katolik portugis ini dikenal sebagai gereja reformasi (Adolf Heuken SJ, 2007). Ketika kita memasuki halaman gereja, masih ditemukan beberapa makam, salah satunya Laksamana Frijkenius, seorang yang gagal mematahkan korupsi dalam VOC. Memasuki gereja yang sekarang bernama gereja Sion ini, kita dapat melihat keindahan arsitektur dan interior gereja.

Pada bagian atas gereja tersimpan orgel yang berusia sama dengan gereja dibangun, dan sekarang sudah tidak digunakan lagi. Gereja Sion, berdasarkan catatan sejarah, dibangun atas inisiatif pendeta Mechior Leydecker pada tahun 1678. Pada tahun 1740, bangunan gereja sempat mengalami kerusakan saat pemberontakan etnis Tionghoa. Dan pada tahun 1744, gereja kembali dibangun dan selesai pada 1747, baru diresmikan kembali oleh pendeta J.M.Mohr pada 27 Juli 1748.

Pada daftar bangunan cagar budaya Provinsi DKL Jakarta, bangunan gereja ini sudah dimasukkan sebagai cagar budaya nasional. Sayangnya meskipun begitu, perhatian dan perawatan bangunan gereja dan barang-barang yang ada di gereja kurang begitu di perhatikan. Padahal keberadaan gereja merupakan bukti adanya masyarakat keturunan Portugis yang bermukim di Batavia dan sampai sekarang masih ada. (Diyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s