Sederhananya Bangunan Gereja Katolik Jombang

Kota Jombang dikenal sebagai kota santri, dengan banyaknya pesantren di kota ini. Meski begitu bukan berarti kota ini bukan kota yang memiliki toleransi rendah kepada umat beragama lainnya. Di kota ini kita dapat melihat bangunan ibadat agama lain yang masih terawat. Salah satunya yaitu bangunan Gereja Katolik di kota ini.

Gereja Katolik yang berlokasi di tengah kota Jombang ini, bernama resmi Gereja Katolik Santa Maria. Bangunan gereja dibangun pada tahun 1908, dengan nama Santo Theodorus oleh para pegawai Pabrik Gula yang didirikan oleh Belanda. Jombang memang merupakan salah satu lokasi ladang tebu massal, yang potensial untuk dijadikan gula pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Bahkan karena adanya tanaman tebu unggul berwarna hitam, nama tebu ini diadopsi menjadi sebuah nama pesantren bernama Tebu Ireng (Tebu Hitam).

Bangunan gereja ini pada 1945 sempat hancur akibat revolusi fisik. Dan baru pada tahun 1956 lah didirikan kembali bangunan gereja dengan ukuran kecil. Di tahun 1973 bangunan gereja diperbesar dan diperbagus, serta diresmikan dengan nama Santa Maria.

Apabila kita melihat bangunan gereja Katolik ini, terlihat kesederhanaan bangunan, yang bernuansa putih, krem, dengan jendela dan pintu berkusen kayu. Di sekitar bangunan gereja, kelihatan pepohonan, membuat kelihatan teduh.
Jadi meskipun gereja ini berlokasi di pinggir jalan raya, namun ketika memasuki kawasan gereja, akan terasa tenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s