Rumah Batu di Kampung Lama Jambi

Di desa Olak Kemang, bagian utara kota Jambi, terdapat sebuah bangunan cagar budaya bernama Rumah Batu. Bangunan ini dikenal dengan sebutan “Rumah Batu” dikarenakan bangunan inilah yang pertama dibangun dengan batu di daerah ini. Rumah-rumah di kawasan ini kebanyakan dibangun dengan menggunakan kayu, seperti hal nya rumah khas Melayu. Rumah Batu memiliki gaya bangunan campuran yaitu kolonial, Tionghoa dan Melayu. Kita dapat melihat ukiran ornamen naga dan bunga di atas pintu rumah yang sekarang tinggal kerangkanya ini. Bagian depan rumah sejatinya menghadap ke sungai, karena pada masa lalu sungai merupakan jalur transportasi.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari keturunan langsung si pemilik rumah, yang sekarang tinggal di samping Rumah Batu tersebut, rumah ini merupakan peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke-18 bernama Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri yang dijuluki Pangeran Wiro Kusumo. Rumah batu ini juga pernah menjadi tempat kediaman mertua Sultan Thaha, pahlawan nasional dari Jambi.

Sayangnya keadaan bangunan ini sekarang sangat memprihatinkan padahal sudah menjadi bangunan cagar budaya. Bangunan yang hanya tinggal kerangkanya ini rawan roboh, karenanya para pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam bangunan. Untuk mengunjungi situs bersejarah ini kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil. Tidak ada biaya yang dipungut untuk memasuki situs ini, hanya memberikan sumbangan uang semampunya kepada keturunan si pemilik rumah, yang tinggal di samping rumah baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s